Welcome To my Blog

Semoga blog ini bermanfaat buat Rekan-Rekan.
Blog ini dibuat untuk membantu teman-teman mempelajari SAP Business One dengan versi bahasa indonesia yang telah saya buat sendiri. Blog ini berisi mengenai configurasi, Pembuatan Query, Print layout Designer, Cystal Report, Formatted Search, Addons.
Saya tidak segan untuk membantu teman-teman yang ingin mengenal SAP Business One, Apabila terdapat pertanyaan mari kita diskusikan di dalam komentar yang sesuai dengan topik. Sehingga teman-teman yang lain juga dapat berinteraksi di blog ini, Jika Topik yang teman-teman inginkan tetapi belum ada dalam blog ini jangan ragu untuk request melalui email. (Saya juga membuka Private class untuk teman-teman yang ingin mempelajari SAP B1, Untuk Pendaftaran dapat Email ke saya)
Saya akan menjawab pertanyaan anda selama saya dapat menjawabnya. ^_^

Semoga Blog ini bermanfaat dan tidak disalahgunakan.
Ditunggu Vote Dan Komentar nya

Regards,
Ang Sukarno

Email : karno_indonezia@yahoo.co.id


Showing posts with label Administration. Show all posts
Showing posts with label Administration. Show all posts

Wednesday, April 22, 2015

Document Settings

Document Settings Adalah bagian dari salah satu Configurasi yang harus di setup di awal implementasi. Document Settings sendiri memiliki 2 Tab yakni General Dan Per Document.

Tampilan Dari Document Setting Seperti gambar berikut.


Berikut informasi mengenai penjelasan yang terdapat di Document Setting - General

Calculate Gross Profit : Apabila fungsi ini dicentang maka akan mengaktifkan fungsi perhitungan Laba kotor pada Dokumen Sales Baik Dengan Tipe Item Maupun Service

Base Price Origin : Akan Ditampilkan apabila Calculate Gross Profit Dicentang
Perhitungan Laba Kotor ini dapat menggunakan Perhitungan berdasarkan

  • Price List : Perhitungan ini berdasarkan Pada Harga Dasar yang diinput ke dalam List Harga yang sudah ditetapkan terhadap Harga Jual
  • Last Purchase Price : Perhitungan ini berdasarkan pada Harga Pembelian Item Trakhir. Apabila Tidak ada perubahan Harga beli maka sistem tetap menghitung berdasarkan harga trakhir tersebut.
  • Last Evaluated Price : Perhitungan ini berdasarkan pada harga yang dihitung trakhir kali ketika inventory Valuation Simulation Report Di generate
  • Item Cost : Perhitungan berdasarkan pada biaya item yang terdapat dalam Tab di Item Master Data, Sesuai dengan metode valuation yang digunakan 
    • Metode Valuation yang ada terdiri dari : Moving Average, Standard, Fifo. Untuk lebih detail nya dapat dilihat pada Bagian Company Detail 
Default Gross Profit % For Service Documents : Bagian ini hanya tampil jika Calculate Gross Profit dicentang, perhitungan Laba kotor dalam persentasi ini dapat dihitung berdasarkan metode

Contoh Anda memiliki Item A Dengan Harga Dasar Rp. 30, 00 Dan Harga Jual Rp. 40, 00


  • Profit / Sales Price : (40 - 30) / 30 x 100 = 25%
  • Profit / Base Price :  (40 - 30) / 40 x 100 = 33%
Document Remark Include : Berfungsi untuk melakukan Fungsi Copy dari Dokumen Sebelumnya berdasarkan pada
  • Base Document No
  • BP Reference Number

For a Sales BOM in Documents display: Fungsi ini akan menampilkan harga Pada Dokumen Sales, Terdiri Dari 2 Bagian 
  • Price and Total for Parent Item Only : Harga yang ditampilkan pada Dokumen Sales Order hanya Produk yang dijual saja dimana harga tersebut diperoleh dari Penjumlahkan Harga Komponen

  • Price for Component Items : Harga yang ditampilkan pada Dokumen Sales Order hanya komponen saja



Response to Release / Receipt of Inventory Outside Defined Range : Berfungsi untuk memberikan Pesan ketika Jumlah Stok telah melebihi jumlah Minimum Stok atau melebihi jumlah maximal Qty dari Stok yang diterima.
Jika Anda Tidak menentukan Minimum Stock pada Item Master Data, Maka sistem akan memperlakukan item tersebut dengan 0 (Nol)
Jika Anda Tidak menentukan Tingkat Persediaan Maksimum, Maka Sistem tidak Memvalidasi tingkat maksimum pada jumlah barang yang diterima

Pilihan untuk menampilkan Pesan tersebut dapat dipilih salah satu

  1. Without Warning : Tidak akan menampilkan pesan walaupun telah mencapai minimum stock
  2. Warning Only : Hanya menampilkan pesan bahwa Item yang akan dijual telah mencapai minimum Stok, namun tetap dapat dilanjutkan
  3. Block Release : Tidak Dapat melanjutkan Transaksi apabila sudah mencapai minimum Stok
Untuk Pesan ini dapat ditampilkan Pada Dokumen
  • Delivery
  • AR Invoice yang tidak melalui Proses Delivery
  • AR Invoice + Payment
  • Good Issue
  • Release Pick List
  • Goods Receipt
  • Goods Receipt PO
  • AP Invoice yang tidak melalui proses GRPO
Block Inventory Negative By : 
Apabila Dicentang maka akan Berfungsi untuk melakukan Blok Transaksi ketika Stok sudah mencapai nilai 0. 
Apabila Tidak dicentang Maka akan menampilkan pesan warning, bahwa stok sudah 0 apakah akan melanjutkan transaksi

Ketika Block Inventory Negative By Dicentang maka sistem dapat melakukan Blok berdasarkan 
  • Company : Sistem akan menghitung stok berdasarkan pada penjumlahan semua Stok Di Gudang
  • Warehouse : Sistem akan menghitung Stok berdasarkan Jumlah Stok yang ada digudang terkait
  • Item Setting : Sesuai dengan Konfigurasi yang Disetup pada Item Master Data
Rounding Method : Metode yang digunakan untuk melakukan Pembulatan
Metode Pembulatan dapat dipilih berdasarkan Dokumen Atau berdasarkan Mata Uang

Exchange Rate Base Date (AP Documents) : Rate yang digunakan pada Transaksi dapat menggunakan Posting Date / Document Date

Display Rounding Remark : Didalam Field Remarks Di Dokumen akan ditampilkan informasi bahwa telah terjadi pembulatan apabila Field ini Dicentang

User Warehouse Address : Apabila Dicentang maka Dokumen Pembelian akan menggunakan Alamat pada Warehouse yang dituju

Manage Freight in Documents : Apabila ingin menambahkan Biaya Angkut Pada Semua transaksi Penjualan Dan Pembelian maka Bagian ini harus dicentang.
(!Bagian ini tidak dapat diupdate apabila sudah terdapat transaksi)
 
Block Documents with Earlier Posting Date : Apabila bagian ini dicentang maka akan menghalangi proses posting dokumen yang secara otomatis membuat Jurnal Entri Otomatis

Allow Future Posting Date : Apabila diaktifkan maka akan memperbolehkan menginput Transaksi Dengan Tanggal Posting lebih cepat Daripada Tanggal Sistem.

Display Cancelled And Cancellation Marketing Documents In Reports : Apabila bagian ini ditampilkan maka akan Menampilkan Status Cancel pada Setiap Dokumen yang dicancel.
Fitur ini Juga dapat berfungsi untuk melakukan Validasi apabila Dokumen yang akan dibatalkan telah melewati jangka waktu yang telah ditetapkan

Monday, January 30, 2012

Exchange Rate Difference

Administration è Exchange Rate Difference

Revaluation Currency digunakan untuk vendor atau customer dan GL Account yang saldonya dalam mata uang asing atau multy currency. Fungsi nya untuk mengakui adanya laba / rugi karena perubahan kurs. Dalam proses Reval akan terbentuk JE yang nantinya akan di reverse secara otomatis pada awal bulan berikutnya.

Untuk melakukan Revaluation yang harus dilakukan adalah mengubah Rate Akhir bulan
* jika proses reval selesai dilakukan rubah rate ke rate semula.

Setelah Rate telah terisi klik button Update. maka Exchange Rate telah berhasil anda buat.

Sunday, January 1, 2012

Document Numbering

Administration - System Initialization - Document Numbering

Document numbering adalah Form yang digunakan untuk melakukan setup penomoran Dokumen berdasarkan kebutuhan perusahaan masing-masing.

Di dalam Form Document numbering terdapat beberapa kolom yang wajib diisi ketika kita ingin melakukan Setup. Biasanya Perusahaan melakukan Setup Dokumen itu setiap menjelang awal tahun. Ada juga beberapa perusahaan yang melakukan setup per bulan. Tergantung dari kebutuhan masing-masing












Kolom yang tersedia dalam melakukan setup yakni
1. Document - Menampilkan List Dokumen yang ada pada SAP Business One.
2. Default Series - Menampilkan Default series pada setiap dokumen. Anda dapat mengubah default series tersebut.
3. First No - Menampilkan No pertama pada Series yang sudah di default.
4. Next No - Menampilkan no Dokumen Selanjutnya ketika membuat dokumen baru
5. Last No - Menampilkan batasan No dokumen Sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Biasanya digunakan jika perusahaan ingin membagi penomoran dokumen per lokasi dan hal lainnya.

Untuk Melakukan Setup nya anda dapat melakukan Double Klik pada sebelah kiri dokumen yang ingin di setup lihat gambar dibawah. Sebagai contoh saya mengambil dokumen A/R Invoice Lihat blok yang saya beri warna merah












Setelah melakukan double klik maka akan ditampilkan Gambar berikut

Di Form inilah Dapat dilakukan Setup.










Apa yang harus diisi dan bagaimana cara pengisiannya?
Name - Untuk Penamaan No Dokumen yang akan digunakan pada Transaksi (Panjang Field : 8 Char)
First No - No yang akan digunakan pertama kali Untuk Name yang didaftarkan. (Panjang Field : 10 Char)
Note : Jika Setup yang dilakukan sangat banyak. Dan berdasarkan pengalaman saran saya sebaiknya panjang Field diisi hanya 9 Char (Harus Berupa Angka)
Next No - otomatis
Last No - Batasan penomoran pada Setiap name yang di Create. Tidak boleh lebih kecil dari First No yang sudah didaftarkan.
Prefix Dan Suffix - hanya sebagai identifikasi dari name yang di Create (Panjang Field : 8 Char)
Remarks - Penjelasan lebih rinci mengenai Name tersebut (Panjang Field : 50 Char)
Group - Digunakan untuk Autorisasi per Dokumen
Period Indicator - Indikasi untuk menentukan Periode
Lock - Centang Check box ini apabila series sudah tidak digunakan lagi

Contoh
Untuk menambahkan Series yang baru, klik kanan Add Row Atau Pada Toolbar (Data - Add Row)
Shortcut CTRL + i

Jika hanya dilakukan setup per Tahun maka yang harus dilakukan :












Jika Series ingin dibuat per lokasi

Untuk Last No Primary Diisi dengan 12009999, Agar tidak terjadi overlaps

Notes : Kadang SAP menolak untuk diupdate ketika ada user yang sedang login






Jika Sudah Ditambahkan Klik Button Update Pada Form Series - Nama dokumen - Setup.
Kemudian Klik kembali Button Update pada Form Document Numbering - Setup


Melakukan Set Default Series pada document numbering guna keperluan Autorisasi per Group


1. Buka dahulu document numbering setup
2. Pilih dokumen yang akan di setup
3. Pilih Series yang akan disetup dengan melakukan klik pada baris series yang diinginkan.
Sebagai contoh saya menggunakan series 1021 untuk dilakukan set default
4. Klik Button Set As Default di sebelah kanan bawah dan menampilkan message seperti gambar dibawah
Set As Default For Current User - Default series hanya untuk user yang sedang login
Set As Default For all User - Default series untuk semua user yang terdaftar di SBO
Set As Default for Certain user - Default series untuk user tertentu saja
double klik kemudian Lihat Gambar berikutnya

Centang user yang akan di default series nya kemudian klik button OK




5. Klik Button Update
6. Kemudian Update lagi. (lihat blog sebelumnya diatas)

Note : Jangan lupa untuk Document Jurnal Entry nya jangan sampai tertinggal.

Error Message yang sering ditemukan yakni :
1. Pada saat ingin membuka Form menampilkan error
To generate this document, first define the numbering series in the Administration Module
Solusi
1. Tidak Diberikan Autorisasi, Check authorization
2. Tidak Diberikan Default / Salah memasukkan Default Series


2. Pada saat selesai menginput transaksi kemudian klik Button Add dan menampikan Error pada status bar
To generate this document, first define the numbering series in the Administration Module 
Solusi
1. Tidak Dilakukan Setup pada Document numbering Jurnal Entry, atau salah melakukan default jurnal entry

Note: 1(Satu) User hanya dapat menggunakan 1(Satu) Series. 
Contoh User dengan nama Andi Sudah didaftarkan untuk series Jawa.
Dan Didaftarkan lagi untuk series Sumatra maka SAP akan Secara otomatis mengambil Default terakhir yakni Sumatra.

Friday, December 23, 2011

Administration-System initialization-Posting Period

Posting Period


Posting period digunakan oleh bagian Accounting untuk mengontrol transaksi per periode, Sehingga mencegah agar tidak ada transaksi yang salah dalam penginputan periode. Dan juga sebagai penentuan kapan waktunya Closing period dilakukan. untuk menjalankan fungsi ini harus dilakukan pembuatan periode baru jika belum didaftarkan sebelumnya. Jika Lihat di gambar Sudah dibuatkan periode hingga akhir tahun 2012.


Bagaimana cara membuat periode untuk tahun 2013
Yang harus dilakukan adalah buka module administration - System initialization - posting period
maka akan tampil gambar diatas. Kemudian click Button yang ada di sebelah kanan bawah (New Period)
dan menghasilkan gambar di bawah ini. Hanya user yang memiliki otorisasi saja yang dapat melakukan settingan ini.

Field apa saja yang harus diisi?
1. Period Code : kode yang akan digunakan untuk menentukan identifikasi. Biasanya Saya menggunakan tahun sebagai identifikasi maka saya isi dengan 2013 (Panjang Field : 20 Char)

2. Period Name : Nama period yang akan digunakan. Daripada pusing memikirkan nama buat saja sama dengan period code nya  (Panjang Field : 20 Char)

3. Sub Period : Di Bagian inilah harus disetting periode yang akan digunakan oleh perusahaan anda. Sub Period ini memiliki 4 category yaitu

  • Year : Periode akan dibuatkan otomatis hingga akhir tahun
  • Quarters : Periode akan dibuatkan per 4 Bulan, 6 Bulan dan lainnya sesuai dengan No Of Period yang akan anda pilih.
  • Month : Period Per Bulan
  • Days : Period Per Hari
Untuk Contoh ini saya pilih Per bulan 

4. Period Indicator : Periode Indikator mengacu pada setiap seri dokumen (baris) yang dapat dihubungkan ke satu atau lebih Periode Akuntansi. Setiap seri dokumen harus terhubung ke indikator, untuk mengaktifkan dokumen penomoran dimulai dengan 1 untuk setiap tahun fiskal. Pilih indikator periode untuk menghubungkan ke periode akuntansi. Indikator periode dapat terhubung ke lebih dari satu periode di perusahaan yang sama.

5. Period Status : Terdiri dari 4 Bagian yaitu
  • Unlocked : Semua user dapat memposting semua jenis transaksi untuk periode ini
  • Unlocked Except Sales : Semua user dapat memposting transaksi untuk periode ini kecuali penjualan. biasanya user yang memiliki otorisasi ini akan mengubah status ini setiap akhir periode. Mengapa? Mungkin masih ada pembelian yang harus dipesan pada periode tersebut.
  • Period Closing : Semua user sudah tidak dapat melakukan penginputan transaksi pada periode ini, hanya user yang memiliki otorisasi penuh saja yang dapat melakukan transaksi yang terlambat diposting. 
  • Locked : Tidak ada lagi Transaksi yang dapat diinput pada periode tersebut. karena sudah dilakukan penyesuaian dan penutupan periode
6. Posting Date From ... To .. : Rentang tanggal posting
7. Due Date From ... To ... : Rentang tanggal Jatuh tempo


Thursday, December 22, 2011

Module Administration

Administration

Pengertian SAP bisa dibaca di link ini http://id.wikipedia.org/wiki/SAP_AG


Pada Saat Memulai Sistem Dari SAP Business One biasanya Perusahaan harus membuat Blueprint terlebih dahulu yang dibantu oleh Partner SAP untuk menentukan pola dan settingan yang akan digunakan pada saat Aplikasi SAP B1 dijalankan.

Di dalam module ini menyimpan semua informasi tentang Perusahaan dan informasi seluruh pengguna yang menggunakan sistem ini. Seperti
  • Currency Exchange Rate
  • Autorisasi dan alerts
  • Approval procedure
  • Email internal
  • Akses informasi Dari software Non SAP dengan menggunakan fungsi export dan import 
nah jika sudah mulai penasaran dengan apa sih isi dari module administration, Mari kita simak lebih detail module ini

Choose Company
User Code
- Menentukan nama pengguna untuk melakukan login
Password
- Masukkan password anda
Change User
- Membersihkan Field User code dan password  dan lakukan login ulang.
Current Server
- Pilih Server MS_SQL2005 Atau MS_SQL2008
Company Or Current User
- Menampilkan semua database perusahaan yang telah di definisikan di dalam server
Company Name
- Menampilkan nama perusahaan
Database Name
- Menampilkan Nama database yang Telah dibuat sebelumnya di dalam Server
localization
- mengindikasikan lokasi Perusahaan yang digunakan pada SAP Business One
Version
- Menampilkan versi dari Database
New
- Membuat Database Baru pada server

Exchange Rate And indexes
Hanya terdapat 1 Rate yang dapat digunakan Pada SAP Business One,
Anda dapat menggunakan Rate Pajak / Rate 1/2 BI Tergantung pada Kebutuhan Perusahaan
Untuk mendapatkan
Rate Pajak Dapat Dilihat pada Link Berikut
http://fiskal.kemenkeu.go.id/dw-kurs-db.asp

Rate BI Dapat Dilihat pada Link Berikut
http://www.bi.go.id/en/moneter/informasi-kurs/transaksi-bi/Default.aspx

















System initialization
  1. Company Details
  2. General Settings
  3. Posting Period
  4. Authorizations
  5. Document numbering
  6. Document Setting
  7. Print Preference
  8. Menu Structure
  9. E-Mail Settings
  10. Opening Balance

Administration-System initialization-General Setting

General Setting

Memiliki beberapa bagian yakni
1. BP (Business Partner)









Di Dalam bagian ini anda dapat memberikan warning pada dokumen penjualan. Dengan beberapa parameter yang harus disetting yakni

Cek apakah menambahkan dokumen penjualan untuk pelangganmenyebabkan penyimpangan dari batas kredit yang ditetapkan untuk pelanggan (Pembayaran Syarat tab di Mitra Usaha jendela Master Data).
  • Credit limit, Memberikan peringatan pada saat melakukan Transaksi penjualan untuk pelanggan yang telah menyimpang dari batas kredit yang telah ditetapkan (Di Setup Di Business Partner Master Data tab Payment Term)
    • Credit Limit yang diberikan sudah meliputi Pembayaran menggunakan Giro, Walaupun belum cair
  • Commitment Limit, memberikan peringatan pada saat  melakukan transaksi penjualan apabila pelanggan telah melebihi batas kredit yang sudah disepakati di awal. Lihat Bagian Payment Term yang ada pada form Business Partner Master Data
    • Commitment Limit yang diberikan tidak meliputi pembayaran menggunakan Giro
allert untuk Limit yang dapat digunakan di SAP hanya untuk transaksi seperti
  • AR Invoice
  • Delivery
  • Sales Order
  • Pick List
Default Payment Term for Customer : Default untuk Jangka Waktu yang diberikan ke Pelanggan
Default Payment Term for Vendor : Default untuk Jangka Waktu yang diberikan ke Supllier

Activate Approval Procedures : Apabila ingin menjalankan proses Approval, Wajib memberikan tanda Centang pada saat configurasi awal. Karena tidak dapat diupdate kembali apabila sudah terdapat transaksi

Display Inactive Business Partner In Reports : Tetap menampilkan List Pelanggan / Supplier di laporan Standard SAP walaupun Customer / Supplier tersebut sudah di nonaktifkan

Display Inactive Business Partner In Marketing Documents : Tetap menampilkan List Pelanggan / Supplier di laporan Marketing SAP walaupun Customer / Supplier tersebut sudah di nonaktifkan


2. Budget 









Block Deviation from Budget, Memblok transaksi karena anggaran telah melebihi batas
Warning, Memberikan peringatan apabila anggaran telah melebihi batas. anda dapat melanjutkan transaksi atau membatalkannya.
Without Warning, Tidak ada batasan apapun ketika anggaran telah melebih batas

Dalam memberikan peringatan/ blok pada Transaksi Dapat dipilih berdasarkan For Annual Budget Atau For Monthly Budget

Transaksi yang dapat ditampilkan pesan peringatan adalah transaksi
Purchase Order, Good Receipt PO, Invoice (Accounting)

3. Services









Perform Data check, Melakukan pengecekan data setiap user ketika login dan menampilkan pesan apabila ada data yang tidak konsisten
Open Exchange Rates Table, Menampilkan Master exchange rate Pada saat melakukan transaksi dengan mata uang asing yang up to date
Display Recurring Postings on Execution, Menampilkan Posting berulang pada tanggal hari ini. Digunakan apabila posting dijalankan secara berulang
Send Alert for Activities Scheduled for Today, SAP Business One akan langung mengirimkan daftar semua kegiatan yang harus dilakukan hari ini dan dapat langsung memproses kegiatan ini
Display Inbox When New Message Arrives, Menampilkan pesan setiap kali ada pesan baru. Setting dilakukan per user
Open Window for Credit Voucher Ref. Update, Pada Saat login Form ini akan terbuka secara otomatis. Sebelumnya harus menentukan interval perencanaan untuk tanggal yang telah jatuh tempo. (Per User)
Open Postdated Checks Window, Pada Saat Login Akan ditampilkan pesan otomatis yang berisi tentang cek yang telah jatuh tempo. (Per User)

4. Display









Language : Perubahan bahasa per perusahaan untuk semua user
Skin Style : Jenis Tampilan yang digunakan, Login ulang untuk melihat hasilnya
Color : Memberikan warna background pada form
Time Format : Format Waktu yang digunakan untuk tampilan di transaksi
Date Format : Format Tanggal yang digunakan untuk tampilan di transaksi
Separator : Format Pemisah tanggal
Decimal Place : Menentukan berapa digit desimal yang digunakan

5. Font Background

Menentukan Font dan background yang ingin digunakan






6. Path : Menentukan lokasi penyimpanan File dalam bentuk attachment









7. Inventory / Stock









Bagian ini terdiri dari 2 bagian yaitu item dan planning
  • Item : 
    • mendefinisikan metode untuk memanage inventory (Batch Or Serial number)
      • On Every transaction : Setiap ada transaksi stock
      • On Release Only : hanya transaksi inventory yang di release
    • Menentukan Default Warehouse
    • Menentukan Metode G/L Stock
  • Planning
    • Digunakan apabila ingin menjalankan MRP dimana anda harus mendefinisikan kapan penjualan digunakan terhadap penjualan yang akan datang


Back To Administration

Administration - System initialization - Company Details

Company Details
Terdiri dari beberapa bagian yakni General, Accounting Data, Basic Initialization
 

Company Name : 
Menjelaskan nama perusahaan, Ditampilkan di atas Main Menu pada SAP Business One.
Address :
Menampilkan format alamat dari field yang telah diisi
Address Field :
Menampilkan informasi alamat perusahaan pada saat akan melakukan print laporan
Internet Address :
Menjelaskan alamat website perusahaan

Tax Office :
Entry Nama kantor Pajak yang bertanggung jawab atas pajak penjualan dan pembelian
Federal Tax ID 1,2,3
Entry No Pajak atas pajak penjualan dan pembelian (Jika Diperlukan)
Additional ID :
No Id Tambahan bagi perusahaan
Company Tax Rate:
Tarih persentase pajak perusahaan yang harus dipotong pada dari jumlah yang dibayarkan
Exemption Number
Nomor Pembebasan Pajak
Tax Deduction number
Nomor Pajak ini digunakan untuk melaporkan data yang terkait dengan proses bisnis, seperti lokasi pekerjaan, Dan Cabang perusahaan

Local Currency
Menentukan Mata uang lokal yang akan digunakan
System Currency
Mengelola semua transaksi dalam mata uang secara paralel dari Sistem ke mata uang lokal. 
Jika di definisikan sebagai mata uang sistem yang tidak identik dengan mata uang lokal maka mata uang sistem dapat juga digunakan sebagai laporan. Contoh sebuah perusahaan yang ingin melaporkan mata uang secara sistem maupun lokal. Di setiap transaksi yang diinput akan memposting kedalam jurnal dengan kedua mata uang tersebut. 
Default Account Currency
Dibedakan menjadi 2 bagian yakni Local currency dan All Currency (Tergantung dari setiap transaksi)
Display Credit Balance with Negative Sign
untuk menampilkan saldo kredit dengan tanda negatif (-), Disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan masing-masing.

Use Segmentation Account
untuk menentukan account apakah ingin dipisahkan berdasarkan segmen atau tidak contohnya : divisi, lokasi dan lainnya
Use Negative Amount For Reverse Transaction
Untuk menentukan jurnal balik apakah ingin menggunakan tanda minus pada debit credit atau tidak

  • Contoh Apabila Bagian ini Tidak Dicentang




  • Contoh Apabila bagian ini Dicentang




Permit More Than one Document Type per Series
Mengijinkan penomoran series yang sama lebih dari satu dokumen. Tidak dapat diubah jika sudah terdapat transaksi
Use Perpetual inventory
Mengelola Sistem persediaan secara perpetual
Item Group Valuation Method
Metode yang digunakan untuk mengontrol persediaan. Berfungsi jika menggunakan perpetual inventory
Metode ini dibedakan menjadi 3 Bagian yakni
  • Moving Average : Menghitung ulang harga pokok berdasarkan penerimaan barang
  • Standard Price : harga pokok berdasarkan harga standard. 
  • FIFO : Harga pokok berdasarkan pada urutan barang yang diterima
Manage Item cost Per Warehouse
Jika di pilih maka perhitungan harga persediaan berdasarkan pada warehouse
Jika tidak dipilih perhitungan harga persediaan berdasarkan pada gabungan semua warehouse
Use Purchase Accounts Posting System
Memungkinkan akuntasi pembelian berdasarkan pada lokasi pembelian. Tidak dapat diupdate apabila sudah ada transaksi

Allow Stock Release Without Item Cost
Mengijinkan Stock yang keluar dalam melakukan transaksi tanpa menggunakan harga pokok

(Versi >= 9.1) Manage Serial And Batch Cost By
Item Group Valuation Method - 
Metode perhitungan harga pokok yang di moving berdasarkan Kelompok Item
Serial/Batch Valuation Method -
Metode perhitungan harga pokok yang di moving berdasarkan Batch

(Versi >= 9.0) Enable Fixed Asset (Apabila Perusahaan ingin menggunakan Fixed asset maka harus dicentang, karena tidak dapat dicentang apabila sudah terdapat transaksi di SAP)
Calculate Depreciation By :
Perhitungan Depresiasi yang dipisahkan Per bulan, Day

Enabled Multiple Branches

House Bank
Default yang akan digunakan untuk Akun bank perusahaan